Mengenal Dua Watak Utama Perempuan
23/7/2012 | 05 Ramadhan 1433 H | Hits: 4.449
Oleh: Dasnah
dakwatuna.com – Islam adalah agama yang syumul (menyeluruh),
memuat semua sisi kehidupan masyarakat. Membahas segala bentuk
ciptaan-Nya melalui kitab Al-Quran yang diturunkan melalui Rasulullah
SAW. Salah satu pembahasan dalam Al-Quran tentang makhluk ciptaan-Nya
adalah muslimah atau lebih dikenal dengan kata perempuan. Berbicara
tentang perempuan, maka akan banyak hal yang akan didapati dan untuk
mengupas semua itu tidak akan cukup, jika hanya menggunakan waktu sejam,
sehari, seminggu, atau bahkan sebulan. Dalam Al-Quran dijelaskan
tentang segala hal yang mesti menjadi tuntutan bagi perempuan. Termasuk
di dalamnya bagaimana berinteraksi, bagaimana semestinya dalam bersikap,
berpakaian, dan bahkan bagaimana semestinya perlakuan terhadap
perempuan. Suatu hal yang menarik untuk dikupas dalam perbincangan,
mengapa perempuan menjadi suatu momok yang tidak akan pernah habis untuk
dibahas. Salah satunya adalah karena keindahan perempuan. Namun, untuk
memasuki pembahasan tersebut lagi-lagi membutuhkan waktu yang cukup
panjang. Oleh karena itu, penulis membatasi pembahasan pada tulisan ini,
yakni Mengenal Dua Watak Utama Perempuan Menuju Introspeksi.
Dalam
kehidupan sehari-hari bukan suatu yang tak asing lagi tatkala kita
melirik aktivitas perempuan. Penuh dengan gaya, tren, dan modis. Intinya
tidak jauh dari bau-bau dandan alias gaya. Ternyata, Terkait dengan
watak perempuan, ternyata telah dijelaskan dalam Al-Quran bahwa ada dua
sifat utama dari perempuan. Dalam Al-Quran surah Az-Zukhruf ayat (18):
“Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan sebagai perhiasan sedang ia tidak mampu memberi alasan yang tegas dan jelas dalam pertengkaran” (Q.S. Az-Zukhruf: 18)
Ayat di atas menjelaskan tentang dua watak utama kaum perempuan. Pertama pada dasarnya perempuan ‘suka berdandan’. Hal itu jelas diungkapkan dalam terjemahan di atas sebagai perhiasan. Kedua, perempuan itu suka membantah, sebagaimana terdapat pada kalimat terakhir dan jelas dalam pertengkaran. Jadi
pada dasarnya perempuan memiliki fitrah sebagaimana terdapat dalam ayat
di atas. Penulis tidak iseng-iseng menafsirkan ayat di atas. Seorang
ustadz pernah menjelaskan kepada penulis bahwa pada dasarnya sifat
perempuan terdapat dalam Al-Qur’an. Salah satu surah dalam Al-Qur’an
yah, Az-Zukhruf: 18. Wajar bila Anda melihat perbedaan
mencolok antara laki-laki dengan perempuan bila berjalan beriringan.
Pada umumnya laki-laki akan berpenampilan sederhana dan tidak neko-neko,
sebaliknya perempuan jauh lebih mementingkan penampilan dibandingkan
apa pun.
Telah jelas bahwa ada sifat yang melekat pada diri
perempuan yang secara alamiah tak dapat dinafikkan. Kedua watak tersebut
bukan sesuatu yang mesti dibiarkan. Sebaliknya, kedua watak tersebut
mesti diminimalisir, bahkan kalau perlu di-delete dalam
karakter, kecuali dalam kondisi-kondisi tertentu. Karena ternyata inti
dari seruan itu adalah Allah menyeru untuk tidak menampakkannya.
Realitas
telah membenarkan ketetapan Allah yang sudah ada jauh sebelum kita
prediksi bahwa akan ada prediksi seperti ini nantinya. Tidak ada yang
dapat memungkiri bahwa perempuan memang suka berdandan. Dan yang paling
banyak membantah bila ditegur juga adalah perempuan. Bila hal ini masih
menjadi tanda tanya dalam benak, maka boleh kita mengadakan penelitian
atau observasi tentang laku dari perempuan ini. Berapa kali dalam sehari
ia bercermin, berapa kali dalam sehari ia memoles bedak pada wajahnya,
berapa kali ia membetulkan posisi bajunya. Bukan hal yang mustahil
hasilnya akan sama dengan yang tertulis dalam Al-Quran bahwa ‘berhias
dan membantah’ adalah fitrah perempuan.
Namun demikian, bukan berarti hal ini membuka ruang bagi laki-laki untuk
menjadikan dua hal tersebut adalah kelemahan mutlak yang melekat pada
perempuan, sebab jika perempuan mampu mengendalikan kedua sifat itu
menjadi sesuatu yang tidak berlebihan, maka reward pantas
diberikan pada perempuan. Tentunya perintah Allah pun dilaksanakan
bukan? Penulis hanya ingin menekankan bahwa kedua watak itu, bisa saja
menjadi boomerang, kalau tak ada pemahaman awal tentang Islam.
Dan sebaliknya, bisa saja menjadi senjata kita untuk kondisi tertentu.
Yang mesti dilakukan adalah menjadikan kedua watak itu sebagai media
introspeksi diri.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/07/21779/mengenal-dua-watak-utama-perempuan/#ixzz223c9Hu56
Tidak ada komentar:
Posting Komentar