Minggu, 29 Juli 2012

Mengenal Dua Watak Utama Perempuan

Mengenal Dua Watak Utama Perempuan

23/7/2012 | 05 Ramadhan 1433 H | Hits: 4.449
Oleh: Dasnah

Ilustrasi (inet)
dakwatuna.com – Islam adalah agama yang syumul (menyeluruh), memuat semua sisi kehidupan masyarakat. Membahas segala bentuk ciptaan-Nya melalui kitab Al-Quran yang diturunkan melalui Rasulullah SAW. Salah satu pembahasan dalam Al-Quran tentang makhluk ciptaan-Nya adalah muslimah atau lebih dikenal dengan kata perempuan. Berbicara tentang perempuan, maka akan banyak hal yang akan didapati dan untuk mengupas semua itu tidak akan cukup, jika hanya menggunakan waktu sejam, sehari, seminggu, atau bahkan sebulan. Dalam Al-Quran dijelaskan tentang segala hal yang mesti menjadi tuntutan bagi perempuan. Termasuk di dalamnya bagaimana berinteraksi, bagaimana semestinya dalam bersikap, berpakaian, dan bahkan bagaimana semestinya perlakuan terhadap perempuan. Suatu hal yang menarik untuk dikupas dalam perbincangan, mengapa perempuan menjadi suatu momok yang tidak akan pernah habis untuk dibahas. Salah satunya adalah karena keindahan perempuan. Namun, untuk memasuki pembahasan tersebut lagi-lagi membutuhkan waktu yang cukup panjang. Oleh karena itu, penulis membatasi pembahasan pada tulisan ini, yakni Mengenal Dua Watak Utama Perempuan Menuju Introspeksi.
Dalam kehidupan sehari-hari bukan suatu yang tak asing lagi tatkala kita melirik aktivitas perempuan. Penuh dengan gaya, tren, dan modis. Intinya tidak jauh dari bau-bau dandan alias gaya. Ternyata, Terkait dengan watak perempuan, ternyata telah dijelaskan dalam Al-Quran bahwa ada dua sifat utama dari perempuan. Dalam Al-Quran surah Az-Zukhruf ayat (18):
“Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan sebagai perhiasan sedang ia tidak mampu memberi alasan yang tegas dan jelas dalam pertengkaran(Q.S. Az-Zukhruf: 18)
Ayat di atas menjelaskan tentang dua watak utama kaum perempuan. Pertama pada dasarnya perempuan ‘suka berdandan’. Hal itu jelas diungkapkan dalam terjemahan di atas sebagai perhiasan. Kedua, perempuan itu suka membantah, sebagaimana terdapat pada kalimat terakhir dan jelas dalam pertengkaran. Jadi pada dasarnya perempuan memiliki fitrah sebagaimana terdapat dalam ayat di atas. Penulis tidak iseng-iseng menafsirkan ayat di atas. Seorang ustadz pernah menjelaskan kepada penulis bahwa pada dasarnya sifat perempuan terdapat dalam Al-Qur’an. Salah satu surah dalam Al-Qur’an yah, Az-Zukhruf: 18. Wajar bila Anda melihat perbedaan mencolok antara laki-laki dengan perempuan bila berjalan beriringan. Pada umumnya laki-laki akan berpenampilan sederhana dan tidak neko-neko, sebaliknya perempuan jauh lebih mementingkan penampilan dibandingkan apa pun.
Telah jelas bahwa ada sifat yang melekat pada diri perempuan yang secara alamiah tak dapat dinafikkan. Kedua watak tersebut bukan sesuatu yang mesti dibiarkan. Sebaliknya, kedua watak tersebut mesti diminimalisir, bahkan kalau perlu di-delete dalam karakter, kecuali dalam kondisi-kondisi tertentu. Karena ternyata inti dari seruan itu adalah Allah menyeru untuk tidak menampakkannya.
Realitas telah membenarkan ketetapan Allah yang sudah ada jauh sebelum kita prediksi bahwa akan ada prediksi seperti ini nantinya. Tidak ada yang dapat memungkiri bahwa perempuan memang suka berdandan. Dan yang paling banyak membantah bila ditegur juga adalah perempuan. Bila hal ini masih menjadi tanda tanya dalam benak, maka boleh kita mengadakan penelitian atau observasi tentang laku dari perempuan ini. Berapa kali dalam sehari ia bercermin, berapa kali dalam sehari ia memoles bedak pada wajahnya, berapa kali ia membetulkan posisi bajunya. Bukan hal yang mustahil hasilnya akan sama dengan yang tertulis dalam Al-Quran bahwa ‘berhias dan membantah’ adalah fitrah perempuan.
Namun demikian, bukan berarti hal ini membuka ruang bagi laki-laki untuk menjadikan dua hal tersebut adalah kelemahan mutlak yang melekat pada perempuan, sebab jika perempuan mampu mengendalikan kedua sifat itu menjadi sesuatu yang tidak berlebihan, maka reward pantas diberikan pada perempuan. Tentunya perintah Allah pun dilaksanakan bukan?  Penulis hanya ingin menekankan bahwa kedua watak itu, bisa saja menjadi boomerang, kalau tak ada pemahaman awal tentang Islam. Dan sebaliknya, bisa saja menjadi senjata kita untuk kondisi tertentu. Yang mesti dilakukan adalah menjadikan kedua watak itu sebagai media introspeksi diri.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/07/21779/mengenal-dua-watak-utama-perempuan/#ixzz223c9Hu56

Minggu, 22 Juli 2012

Danger from Cigarette

Bahaya Rokok bagi kesehatan kita


Tentang bahaya rokok pada umumnya saya rasa sudah banyak yang tahu, apalagi bagi orang yang tiap hari menghisap rokok, karena dalam setiap bungkus rokok terdapat tulisan tentang bahaya rokok, seperti ini : MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANGKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN,
bahaya rokok terhadap kesehatan kita
bahaya rokok
Tapi anehnya meski pada bungkus atau kemasan rokok sudah tercantum tulisan tentang bahaya rokok yang sangat menakutkan, tetap saja banyak yang merokok.
Rokok mengandung lebih dari empat ribu zat-zat dan dua ribu diantaranya telah dinyatakan berdampak tidak baik bagi kesehatan kita, diantaranya adalah bahan radioaktif (polonium-201) dan bahan-bahan yang digunakan di dalam cat (acetone), pencuci lantai (ammonia), ubat gegat (naphthalene), racun serangga (DDT), racun anai-anai (arsenic), gas beracun (hydrogen cyanide) yang digunakan di “kamar gas maut” bagi pesalah yang menjalani hukuman mati, serta masih banyak lagi. Dan zat pada rokok yang paling berbahaya adalah Tar, Nikotin dan Karbon Monoksida. Tar mengandung kurang lebih empat puluh tiga bahan yang menjadi penyebab kanker atau yang disebut dengan karsinogen. Nikotin mempunyai zat dalam rokok yang dapat menyebabkan ketagihan, ini yang menyebabkan para pengguna rokok sulit sekali untuk berhenti merokok. Nikotin merupakan zat pada rokok yang beresiko menyebabkan penyakit jantung, 25 persen dari para pengidap penyakit jantung disebabkan oleh kegiatan merokok
 bahaya rokok
bahaya rokok
Berikut ini adalah bahaya rokok terhadap kesehatan kita
Rokok dapat menyebabkan Kanker pundi kencing,
Kanker perut,
Kanker usus dan rahim ,
Kanker mulut ,
Kanker Esofagus,
Kanker tekak,
Kanker pankrias,
Kanker payudara,
Kanker paru-paru,
Penyakit saluran pernafasan kronik
Strok,
pengkroposan tulang atau yang dikenal dengan osteoporosis
Penyakit jantung,
Kemandulan,
Putus haid awal,
Melahirkan bayi yang cacat
Keguguran bayi,
Bronkitis,
Batuk,
Penyakit ulser peptik,
Emfisima,
Otot lemah,
Penyakit gusi,
Kerusakan mata
Yang tersebut diatas adalah bahaya rokok bagi perokok aktif, apa itu perokok aktif ? perokok aktif adalah orang yang merokok secara langsung menghisapnya rokok, sedangkan perokok pasif adalah orang yang tidak secara langsung menghisap rokok, tetapi menghisap asap rokok yang dikeluarkan dari mulut orang yang sedang merokok.
bahaya rokok
struktur kandungan bahaya rokok
Di bawah ini merupakan bahaya asap rokok bagi perokok pasif.
Meningkatkan risiko kanker paru-paru dan penyakit jantung
Masalah pernafasan termasuk radang paru-paru dan bronkitis
Sakit atau pedih mata
Bersin dan batuk-batuk
Sakit kerongkong
Sakit kepala
Zat Yang terkandung dalam asap rokok adalah :
2 kali lebih banyak nikotin
5 kali lebih banyak karbon monoksida
3 kali lebih banyak tar
50 kali lebih zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan
Bahaya asap rokok terhadap ibu hamil dan janin yang dikandungnya
Keguguran janin
Tumbesaran janin terencat – 30% lebih tinggi
Kematian janin dalam kandungan
Pendarahan dari uri (abruption placenta)
Berat badan berkurang – 20 hingga 30%
Bahaya asap rokok terhadap bayi
Masalah dan penyakit pernafasan
Mengganggu terhadap perkembangan kecerdasan
Jangkitan telinga
Leukeamia
Kanker otak 22%
Cepat lelah
Sindrom kematian secara mendadak
Berikut ini video fakta mengenai Industri dan bisnis Rokok di Indonesia, Penetrasi Rokok dalam masyarakat Indonesia.
Video ini Seorang CHristof Putzel yang melakukan wawaancara dan investigasi langsung mengenai anak terkecil di dunia yang merokok dan memaparkan fakta-fakta cengkraman bisnis tembakau global dan indonesia.

Bahaya merokok bagi anak usia sekolah

Dewasa ini kita sulit untuk menemukan pelajar yang tidak menghisap rokok ketika nongkrong di satu tempat umum seperti di kendaraan umum, terminal, restoran, pinggir jalan atau bahkan di sekolah mereka sendiri. Sebagai orang yang sadar akan kesehatan, tentu saja kita merasa prihatin dengan keadaan ini. Merokok selain merugikan kesehatan, juga menyebabkan kerugian secara ekonomi, dimana para pelajar itu masih bergantung pada orang tuanya. Tentu ini menyebabkan keadaan ekonomi orang tuanya semakin berat. Terlebih lagi sekarang merokok tidak hanya didominasi oleh pria saja. Banyak wanita, bahkan remaja putri yang sudah terbiasa menghisap gulungan tembakau beracun ini. Tidak sedikit pelajar putri di Jakarta dan Bandung yang sudah mengenal rokok dan aktif menjadi perokok.
bahaya merokok bagi pelajar
Faktor utama yang mempengaruhi para pelajar adalah lingkungan sekitar yang mendorong mereka untuk mencoba merokok hingga akhirnya mereka terbiasa dengan rokok. Persepsi yang salah tentang rokok beredar di kalangan pelajar. Mereka mengaku menjadi lebih dewasa, lebih gaul dan lebih berani jika merokok. Ini semua persepsi yang ditiupkan di kalangan mereka. Menurut survey yang dilakukan oleh Yayasan Jantung Indonesia, ada sekitar 77% pelajar Indonesia yang merokok karena mendapat tawaran atau diperolok temannya sendiri. Kurangnya informasi bahaya rokok juga menjadi faktor selain lingkungan yang menyebabkan banyak pelajar merokok. Setiap mengkonsumsi rokok, sama saja dengan mengkonsumsi bahan kimia berbahaya. Rokok mengandung lebih dari 4000 jenis unsur kimia yang tidak ada manfaatnya bagi kesehatan, bahkan cenderung membahayakan kesehatan.
Untuk itu kita sebagai masyarakat yang sadar kesehatan harus melakukan sesuatu untuk mensosialisasikan bahaya merokok. Seharusnya semua pihak, baik pemerintah, orang tua dan sekolah harus melakukan sosialisasi bahaya merokok bagi pelajar dengan kegiatan yang benar-benar riil dan masuk ke dalam otak dan alam bawah sadar para pelajar. Beberapa hal yang seharusnya dilakukan untuk mencegah pelajar merokok diantaranya:
  • Sekolah harus berkomitmen untuk membebaskan lingkungannya dari rokok. Baik guru, karyawan, orang tua ataupun orang yang berkunjung ke sekolah harus dilarang merokok seperti keadaan di rumah sakit. Ini adalah suatu bentuk keteladanan. Sangat aneh jika siswa dilarang merokok tapi gurunya ada yang merokok.
  • Kegiatan yang melibatkan anak muda terutama pelajar harus dilarang keras menggunakan sponsor dari perusahaan rokok.
  • Orang tua tidak memperlihatkan rokok atau merokok di depan anak-anaknya, jika tidak bisa berhenti merokok. Namun alangkah baiknya jika orang tua mau berhenti merokok supaya dicontoh oleh anak-anaknya.
  • Anak-anak harus didorong untuk mengikuti kegiatan yang positif di waktu luang yang ada seperti kursus,olahraga, bermusik, dan kegiatan positif lainnya.
Membudayakan hidup sehat harus dimulai dari sekarang dan tinggalkan rokok sebelum rokok meninggalkan kita dengan berbagai macam penyakit. Orang yang cinta terhadap keluarga dan teman-temannya pasti akan segera berhenti merokok karena kesehatan kita dan orang yang kita cintai adalah segala-galanya.

Kamis, 19 Juli 2012

Mengapa Penetapan 1 Ramadan Selalu Berbeda

Ini Uraian Mengapa Penetapan 1 Ramadan Selalu Berbeda

Laporan Wartawan Tribun Timur, Thamzil Thahir
SEMENANJUNG Arab adalah bentang daratan beralam kejam di siang hari. Tandus dan kering. Namun di malam hari. Arab adalah "surga" bagi para astronom. Langit Arab di malam hari, selalu indah.
Seperti China, sebagai bangsa dan peradaban tua, sastrawan Arab banyak menyanjung langit di malam hari. Malam adalah inspirasi keindahan, sedangkan siang diibaratkan "kekerasan."
Tak mengherankan jika khasanah intelektual dunia soal astronomi banyak lahir di tanah Arab. Gugusan bintang-bintang banyak lahir dari istilah Arab awal. Rasi bintang Orion awalnya dikenal dengan Al-Jabbar, Taurus (Ath-Thawr), Canis Major (Al-Kalb Al-Akbar), Canis Minor (Al-Kalb Al-Asghar), Leo (Al-Asad), Gemini (At-Tawa'man), Scorpius (Al-'Aqrab), dan beberapa lainnya.
Inilah yang menjelaskan, kenapa di banyak negara-negara Islam di Semenanjung Arab, seperti Mesir, Syira, atau Yaman dalam memutuskan 1 Ramadan, selalu merujuk ke Arab. Ke Tanah Haram, Mekkah.
Bahkan Malaysia dan Jepang, yang jauh di tenggara Asia, pun senantiasa berkiblat pada penentuan 1 Ramadan atau Syawal di Mekkah. Langit Mekkah dan Jeddah, selalu lebih terang. Rasi bintang di malam hari selalu terlihat lebih jelas.
Dan, memang perbedaan 1 Syawal dan 1 Ramadan hanya soal cara sistem penghitungan belaka, dan kondisi langit atau ufuk saat rukyah hilal.
Ingatkah kita, di Indonesia, hampir 3 dekade di masa pemerintah Soeharto begitu kuat perbedaan "cara" itu nyaris tak pernah ada. Itu karena pemerintah kuat, dan masih punya otoritas dan kepercayaan.
Sementara Indonesia umumnya menentukan sendiri, melalui pertemuan antara pemeritah dan ormas-ormas Islam.
Dalam perhitungan 1 Ramadan dan 1 Syawal, ada yang memakai Hisab dengan perhitungan astronomi yang rumit, ada pula yang memakai Ru'yah atau melihat bulan/hilal.
Ada pun yang memakai sistem Hisab berpendapat mereka melihat bulan dengan memakai ilmu kalendering. Inilah yang selama ini jadi rujukan ormas Muhammadiyah.
Dengan rujukan ini, 1 Ramadan 1455, atau di 22 tahun akan datang (tahun 2034) mendatang, sudah bisa diketahui, atau disesuaikan dengan kalender masehi.
Yang kedua, dengan rukyah, jika bulan terlihat, itulah saat mulai berpuasa atau berbuka puasa (Idulfitri). Inilah yang dipakai oleh pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kemenag dan Ormas Nahdlatul Ulama (NU).
Pada Ru'yah lokal, tiap penduduk melihat bulan sendiri-sendiri, sehingga tiap kota atau tiap negara merayakan hari Idulfitri sendiri-sendiri bisa berbeda satu negara dengan negara yang lain bahkan satu kota dengan kota yang lain.
Ada pun yang memakai Ru'yah Global begitu ada minimal 2 orang saksi yang dipercaya melihat bulan, maka itulah awal Ramadan atau awal Syawal. Rujukan yang terakhir ini biasanya http://moonsighting.com/
Umumnya Tim Ru'yah di Indonesia gagal melihat hilal (bulan muda) bukan karena mereka "bodoh" atau minimnya peralatan. Ini lebih disebabkan karena memang langit lagi berawan, atau banyak partikel cahaya dari bumi. Inilah yang menyebabkan bulan muda sering tertutup awan.
Selain itu, Jawa yang merupakan pulau terpadat di dunia begitu terang oleh cahaya lampu-lampu gedung dan rumah-rumah sehingga langit juga terlihat lebih terang termasuk di Boscha.
Akibatnya sinar-sinar bintang dan bulan terganggu dan terlihat kecil dan redup. Di Arab sebaliknya. Langit tidak berawan. Dengan luas darat yang lebih besar daripada Indonesia (2,4 juta km2) sementara jumlah penduduk cuma 1/5 pulau Jawa, banyak daerah tak bertuan yang tidak berlampu.
Galap gulita. Itulah, kenapa langit dan rasi bintang di Arab pada malam hari selalu lebih indah.
Sehingga langit begitu hitam kelam, sementara bintang-bintang dan bulan jadi tampak lebih besar (sekitar 4-6x lipat daripada di Indonesia) dan lebih terang. Oleh karena itu, Hilal lebih mudah terlihat di sana.
Deputi Bidang Sains, Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengungkapkan setelah mengamati posisi bulan menyimpulkan jika nantinya akan ada potensi perbedaan dalam penetapan 1 Ramadan.
Dari perjalanan bulan, diketahui bahwa pada maghrib akhir Sya'ban atau 19 Juli 2012 nanti bulan telah wujud atau tampak di Indonesia. Akan tetapi ketinggiannya kurang dari imkan rukyat. Ketentuan Imkan rukyat menggunakan kriteria yang disepakati ketinggian bulan minimal 2 derajat.
Nah, karena pada 19 Juli 2012 bulan sudah wujud tetapi kurang dari 2 derajat, maka pengguna hisab wujudul hilal akan menetapkan awal Ramadan jatuh pada 20 Juli. Pengguna hisab wujudul hilal ini di antaranya adalah Muhammadiyah.
Sedangkan ormas yang menggunakan hisab imkan rukyat akan menetapkan 1 Ramadan pada 21 Juli. Sementara itu, posisi hilal yang rendah tadi (antara 0-2 derajat) tidak mungkin akan berhasil di-rukyat pada 19 Juli.
Maka pengguna rukyat kemungkinan besar menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 21 Juli. Pengguna rukyat ini di antaranya adalah pemerintah dan NU (Nahdlatul Ulama).